Selasa, 24 November 2009

Warga Miskin Numpuk di Kota

KOTA– Angka kemiskinan di Sumedang terus menggila. Saat ini, tercatat 260 ribu jiwa warga masih dalam garis kemiskinan. Keluarga miskin terbanyak terletak di Kecamatan Sumedang Selatan, yakni 8.460 kepala keluarga (KK), dengan jumlah jiwa dalam keluarga sebanyak 26.692 orang.

’’Kantung-kantung kemiskinan masih tersebar di 26 kecamatan. Tapi memang cukup mengherankan jika di Sumedang Selatan yang notabene wilayah perkotaan, ternyata malah paling banyak keluarga miskinnya. Tidak seperti biasanya seperti di pelosok daerah,’’ ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumedang, Dede Hermasyah kepada wartawan, kemarin.

Bahkan, lanjut Dede, kecamatan yang lokasinya cukup jauh dari pusat pemerintah, yakni Kecamatan Surian, warga miskinnya malah paling sedikit, yakni 714 KK atau 2.020 jiwa. Dengan angka sekitar 260 ribu jiwa atau sekitar 86 ribu rumah tangga miskin (RM), berarti angka kemiskinan cenderung naik dibanding tahun sebelumnya.

Sebab jika dilihat dari data pencapaian kondisi keluarga sejahtera (KS) tahun 2008, menunjukkan jumlah keluarga miskin tahun lalu mencapai 74.145 KK atau 227.220 jiwa.
Dede menegaskan, pihaknya terus berupaya membangun komitmen dalam upaya penanggulangan masyarakat miskin.

Berbagai upaya penanggulangan pun sudah dilakukan, antara lain pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH), yakni meningkatkan status kesehatan ibu dan anak, khususnya bagi kelompok masyarakat sangat miskin. Selain itu, beberapa program lain yang dibiayai APBD, seperti memberikan penyuluhan kepada keluarga miskin melalui pemberdayaan ekonomi.

’’Kami juga harus betul-betul akurat dalam hal pendataan tentang kemiskinan agar penanggulangannya bisa lebih efektif dan tepat sasaran. Sebab, indikator kemiskinan sendiri kan ada 14 kategori yang terbagi dalam beberapa cluster,” pungkas Dede. (SOL)

0 komentar:

Poskan Komentar