KOTA–26 pimpinan anak cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Sumedang menggelar rapat PAC untuk menentukan nama-nama calon ketua DPC, DPD dan ketua umum DPP.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPC PDIP Sumedang, Dadang Kusna mengatakan, rapat untuk menentukan bursa calon ketua tersebut dilakukan selama satu minggu. ’’Hasilnya nanti setiap PAC menyodorkan masing-masing satu nama calon untuk ketua DPC Sumedang, ketua DPD Jabar dan ketua umum DPP,’’ tambahnya.
Setelah itu, nama-nama calon yang diajukan akan direkap lalu dibahas di Konferensi Cabang (Konfercab). ”Rencananya Konfercab akan digelar tanggal 16 Januari 2010, yang dilanjutkan dengan Konferda sekitar Februari, dan Kongres bulan April,” terang Dadang.
Ditanya nama calon yang sudah muncul dalam bursa pemilihan ketua DPC PDI P Sumedang, Dadang mengungkapkan hanya satu nama yang sudah menguat, yaitu Don Murdono. ’’Pak Don masih cukup kuat dukungan dari tiap PAC,” tandasnya.
PAC PDIP Conggeang juga melaksanakan pleno. Rapat dipimpin dari DPC PDIP Sumedang. Dalam rapat pleno terjadi perubahan mekanisme sistem pemilihan. Hal itu dilaksanakan setelah terjadi perubahan mendasar dalam ketentuan pemilihan. Dimana perubahan alur pengambilan keputusan yang asalnya dari atas ke bawah atau sebaliknya, kini berubah dari tengah ke atas lalu ke bawah.
Ketua PAC PDIP Conggeang, Bambang Hermanto menjelaskan, perubahan didasari adanya SK 435. “Dari DPC ke DPD lalu ke DPP dan kembali lagi ke bawah ke PAC,” kata Bambang di sela pleno kemarin.
PAC pada kesempatan itu menentukan calon ketua dari tingkat atas sampai bawah. Bocoran yang diperoleh sampai hari pelaksanaan pleno seluruh PAC di tingakat DPC atau kabupaten mengerucut pada satu nama, yakni Don Murdono yang sekarang masih menjabat sebagai bupati Sumedang. Sementara ketua DPD PDIP Jabar sejumlah nama mencuat, yakni Rudy Harsa Tanaya dan Eka Santosa.
“Untuk tingkat pusat lebih banyak nama-nama tokoh nasionalis Soekarnois yang berpeluang mengetuai DPP PDIP,” ujar Bambang. Tokoh-tokoh yang banyak dipilih oleh pengurus di Sumedang mengerucut kepada dua nama yakni, Megawati Soekarno Putri dan Guruh Sukarno Putra. (SOL)
» Read more → Don Calon Kuat Ketua PAC

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPC PDIP Sumedang, Dadang Kusna mengatakan, rapat untuk menentukan bursa calon ketua tersebut dilakukan selama satu minggu. ’’Hasilnya nanti setiap PAC menyodorkan masing-masing satu nama calon untuk ketua DPC Sumedang, ketua DPD Jabar dan ketua umum DPP,’’ tambahnya.
Setelah itu, nama-nama calon yang diajukan akan direkap lalu dibahas di Konferensi Cabang (Konfercab). ”Rencananya Konfercab akan digelar tanggal 16 Januari 2010, yang dilanjutkan dengan Konferda sekitar Februari, dan Kongres bulan April,” terang Dadang.
Ditanya nama calon yang sudah muncul dalam bursa pemilihan ketua DPC PDI P Sumedang, Dadang mengungkapkan hanya satu nama yang sudah menguat, yaitu Don Murdono. ’’Pak Don masih cukup kuat dukungan dari tiap PAC,” tandasnya.
PAC PDIP Conggeang juga melaksanakan pleno. Rapat dipimpin dari DPC PDIP Sumedang. Dalam rapat pleno terjadi perubahan mekanisme sistem pemilihan. Hal itu dilaksanakan setelah terjadi perubahan mendasar dalam ketentuan pemilihan. Dimana perubahan alur pengambilan keputusan yang asalnya dari atas ke bawah atau sebaliknya, kini berubah dari tengah ke atas lalu ke bawah.
Ketua PAC PDIP Conggeang, Bambang Hermanto menjelaskan, perubahan didasari adanya SK 435. “Dari DPC ke DPD lalu ke DPP dan kembali lagi ke bawah ke PAC,” kata Bambang di sela pleno kemarin.
PAC pada kesempatan itu menentukan calon ketua dari tingkat atas sampai bawah. Bocoran yang diperoleh sampai hari pelaksanaan pleno seluruh PAC di tingakat DPC atau kabupaten mengerucut pada satu nama, yakni Don Murdono yang sekarang masih menjabat sebagai bupati Sumedang. Sementara ketua DPD PDIP Jabar sejumlah nama mencuat, yakni Rudy Harsa Tanaya dan Eka Santosa.
“Untuk tingkat pusat lebih banyak nama-nama tokoh nasionalis Soekarnois yang berpeluang mengetuai DPP PDIP,” ujar Bambang. Tokoh-tokoh yang banyak dipilih oleh pengurus di Sumedang mengerucut kepada dua nama yakni, Megawati Soekarno Putri dan Guruh Sukarno Putra. (SOL)



